Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Monday, September 16, 2013

GIRLGROUP S.O.S SIAP COMEBACK DENGAN KONSEP BARU DAN [semoga] TIDAK MENINGGALKAN IMAGE YANG LAMA (Go! Go! Go! Girl Power!!!)


Setelah debut dengan konsep dark dan girl power pada Februari 2013 lalu, maka kali ini SOS melakukan comeback dengan konsep yang lebih ingin memperlihatkan sisi feminim dan keceriaan mereka lewat Mini Album The First Love... Akankah SOS benar- benar meninggalkan image lama mereka??? Semoga tidak...
  
Akun twitter resmi Marry (salah satu member SOS) mengatakan SOS resmi melakukan goodbye stage untuk promo Drop It Low dan Independent Girl pada Sabtu, 14 September 2013 yang lalu, dan akan resmi melakukan comeback stage pada 21 September 2013 mendatang dengan konsep yang baru. Wah, jadi gak sabar lihat penampilan perdana mereka di panggung dengan lagu baru ya... Sekedar info, buat yang belum tahu... SOS aka Sensation of Stage adalah girlgroup Indonesia yang terdiri dari Marry, AG, SUN, PB, JL, dan Yeye. Mereka disatukan dalam sebuah audisi di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Karena talenta vokal masing-masing anggota sangat mumpuni (ini bukan subjektifitas penulis lho, tapi beneran suara mreka emang bagus cuiii, punya karakter masing-masing...) maka mereka dipanggil kembali oleh YS Media Entertainment untuk bergabung dalam SOS. Akhirnya para member SOS ini diberikan trainning selama 1 tahun di Korea dan bergabung dengan agensi Rainbowbridge. SOS melakukan debut pada Februari 2013 dengan lagu Drop It Low dan Independent Girl. Bisa dikatakan mereka debut dengan mengusung konsep image girlpower dan gelap/dark. Dan setelah penantian panjang 911 (sebutan untuk fans SOS) selama 7 bulan, akhirnya SOS melakukan comeback dengan konsep image yang lebih cerah (bisa dibilang konsep comebacknya lebih cerah *READ=BRIGHTER* dibanding dengan image debut mereka).

Pada 11 September lalu SOS resmi merelease tiga lagu baru mereka dalam sebuah mini album digital bertajuk 'SOS - The First Love' di iTunes, Melon dan situs Mnet. Walaupun ketiga lagu baru SOS ini, yakni Tik Tok, Cherry Love, dan Show me Love resmi dirilis 11 September lalu, tapi sebenarnya 911 dan pendengar musik di indonesia sudah bisa mendengarkan ketiga lagu tersebut jauh-jauh hari sebelum tanggal resmi rilis. Yap, betul... ketiga lagu itu sudah sering wara-wiri di beberapa stasiun radio di tanah air. Sebenernya penulis ini jarang sekali mendengarkan atau pun streaming radio, tapi penulis senang sekali karena bisa mendengarkan Mini Album The Fist Love sebelum tanggal 11 September lalu dari rekaman radio, thx to Neng Hanna dan Neng Sifa, hehe, ayo terus ber"partner in crime" dengan akyuuuu. Selanjutnya, mari kita tunggu comeback stage mereka, hehe.

Btw busway, sebenernya penulis agak bingung deh, kok mini album comeback-nya SOS diberi judul The First Love ya??? padahal kan SOS kemaren habis putus sama Hanhae Phantom pada Februari 2013 yang lalu, *ting ting, MV Drop It Low dirilis Februari 2013* jadi selama ini Hanhae gak mereka anggap sebagai cinta mereka gitu? Haduh, kasihan ya si Hanhae, sini sama aku aja :) Maaf untuk pembaca yang bingung dengan tulisan ini, ini dikarenakan penulis sedang stress karena modemnya lagi ngadat, laptop kesayangannya juga lagi rusak dan tak bisa tertolong lagi (mana klo mau beli gadget baru ini dolar lagi mahal lagi, sepertinya dari dulu penulis memang selalu terkena *kutukan dolar* karena barang-barang elektroniknya selalu rusak berat di saat dolar lagi mahal). Udah gitu penulis yang seorang S4US juga sedang stress nungguin S4 yang gak comeback-comeback... Lagi ngapain kamu Thur??? Kenapa S4 kagak comeback-comeback Thur??? Ini kasihan amat ya si Arthur yang dijadiin perwakilannya S4 buat dimarah-marahin sama penulis, bcanda Thur, jangan ngambek ya. Mohon maaf juga karena biasanya blog ini ditulis dengan bahasa yang ja'im, tapi khusus untuk artikel ini bahasanya gak ja'im sama sekali. Mohon agar para pembaca memberikan sedikit rasa iba-nya kepada penulis yang sedang mengalami goncangan dalam hidupnya *sumpah, ini pemilihan kata-katanya kok lebai banget sih*.

 Kembali ke konsep-nya SOS... Nah, untuk yang agak bingung sama konsep The First Love-nya SOS, mari kita analogi-kan dengan konssep First Love-nya Afterschool yang dirilis setelah sebelumnya Afterschool merilis Flashback... *sorry klo gak nyambung*

 Kali ini Bolehkah penulis menggunakan intuisi? Kan penulis juga seorang wanita, dan wanita kan biasanya punya intuisi :) Walaupun sebenernya banyak teman-teman penulis yang meragukan sisi ke-wanita-an penulis, tapi biarlah penulis menggunakan intuisi-nya kali ini. Intuisi penulis mengatakan bahwa lagu-lagu dalam mini album baru SOS ini sebenernya sudah direkam bersamaan dengan lagu Drop It Low dan Independent Girl. Lalu, kenapa ketiga lagu tersebut tidak dirilis secara bersamaan dengan Drop It Low??? Lagi-lagi intuisi penulis mengatakan: memang kelihatannya ketiga lagu tersebut disimpan karena kurang cocok dengan konsep debut SOS.

Para pembaca sekalian pasti sudah melihat sendiri kan, SOS debut dengan konsep image yang dark dan strong/ girl power *alias SOS debut sebagai cewek-cewek kuat/ galak/ sadis yang datang dari dunia kegelapan, yang ini cuma b'canda* ... image 'dark dan girlpower' tercermin dari lagu Drop It Low yang merupakan lagu 'pasca-patah hati' (Drop It Low memperlihatkan konsep SOS sebagai cewek-cewek yang terlihat kuat sekaligus galak/ sadis karena habis disakiti cowoknya, trus mreka bangkit dari keterpurukannya dan mencoba menunjukan bahwa mereka bisa move on, hehe). Dan image 'girl power' juga datang dari lagu Independent Girl yang y'all know-lah liriknya 'tampilkan diri, brani beraksi, I'll never give you up blah blah blah. Lihat sendiri kan kalau lagu Drop It Low merupakan dua lagu yang saling melengkapi dan mentasbihkan SOS sebagai girlgroup dengan image yang kuat/ girl power abis. Yang jelas saja konsep kedua lagu debut tersebut 'sangat amat berbeda sekali' dengan konsep ketiga lagu baru SOS ini (read: Tik Tok, Cherry Love, Show Me Love). Ketiga lagu baru SOS ini lebih terasa ingin menonjolkan sisi feminimitas SOS yang sebagai cewek juga selalu menanti dan mengharapkan cinta dari seorang cowok, ya to sista? *kali ini penulis sedang berpura-pura menjadi saudara dari para member SOS*. Tapi ingat ya SOS sista... konsep kalian boleh berubah, tapi image girl power' yang sudah kalian bangun dengan susah payah, jangan pernah kalian tinggalkan... karena itulah aset dan identitas kalian... *sotoy banget sih kamu Nit*.

Intinya konsep (Drop It Low + Independent Girl) berlawanan arah dengan konsep (Tik Tok, Cherry Love, Show Me Love), itulah kemungkinan kenapa YS Media Entertainment memutuskan untuk menyimpan ketiga lagu tersebut saat mendebutkan SOS pada bulan Februari lalu. Drop It Low mengatakan mereka gak butuh siapa pun di dunia ini karena mereka adalah cewek-cewek yang kuat dan tegar. Sedangkan Tik Tok dkk mengatakan mereka butuh cowok karena pada dasarnya mreka ini cewek yang WALAUPUN KUAT DAN TEGAR mereka ini tetep manusia biasa juga... iya kan SOS sista... Dan keuntungan lain dari strategi 'menyimpan' lagu ini adalah: saat ini fans benar-benar sedang menunggu sesuatu yang baru dari artis-artis YS (terutama dari S4 yang memang sudah debut terlebih dahulu). Nah, karena S4 memang belum dimungkinkan untuk comeback dalam waktu yang cepat karena masalah materi lagu yang belum siap, maka setidaknya comeback-nya SOS sedikit banyak bisa menghapus kegundahan para fans yang sedang kelaparan akan kejutan-kejutan da berita baru dari artis-artis YS Ent. *sebenernya ini penulis sedang membicarakan diriny sendiri, hehe*.

Nah sekarang siapa yang udah dengerin lagu-lagunya SOS yang baru? Saya... *nanya sendiri, dijawab sendiri*. Yup... yup, ada tiga lagu yang ternyata ciptaan-nya Seo Yeong Bae and the team, plus ada Pongki Barata yang juga membantu... Jangan-jangan Pongki ini membantu dalam hal lirik ya? Soalnya menurut prenulis, lirik berbahasa Indonesia di lagu Cherry Love dan Tik tok ini tipikal lirik yang dibuat musisi Indonesia. Maksudnya gini, kalian tentu ingat kan lirik S4 - She is My Girl, S4 - Mungkin, atau juga SOS - Drop it Low itu bukan tipikal lirik buatan musisi, tapi lebih ke tipikal lirik buatan penyair/ penulis.

Tipikal lirik yang dibuat penyair/ penulis biasanya lebih butuh waktu untuk dicerna tapi memang sangat indah, puitis dan sarat makna, hehe. Sedangkan tipikal lirik yang dibuat komposer biasanya lebih mudah dicerna pendengar musik, rima-nya lebih masuk ke melodi lagu, dan menggunakan bahasa yang dekat dengan konsumen musik sehingga makna lirik terasa lebih ringan/ gampang untuk diikuti/ dinyanyikan (read: lebih komersil). Pongki ini kan juga salah satu komposer ulung di Indonesia juga, yang pastinya dia sudah udah hafal sama selera dan tipikal lirik yang disukai konsumen musik Indonesia. Maaf ya klo penulis ini sotoy dan banyak salah ya.

Gimana, apakah kalian suka sama lagu-lagu SOS yang baru? Ketiga lagu baru SOS ini bukan lagi soal patah hati atau soal kasih semangat ke temen-temen cewek yang lagi sedih... Ketiga lagu baru SOS ini menggambarkan cewek-cewek SOS yang sedang jatuh cinta dan menunggu si cowok untuk juga menunjukan rasa cintanya ke si cewek... intinya semua lagu SOS ini tentang penantian cinta.

TIK - TOK menggambarkan penantian cinta seorang cewek... melodi lagu-nya terdengar sangat KPOP dengan hentakan musik yang pas untuk dance, karakter lagunya sangat kuat, dan bisa dijadikan lead single di mini album ini. Klo dikasih koreografi yang bagus, lagu ini benar-benar pas bila dijadikan lead single. Dan denger-denger dari beberapa artikel yang beredar luas di dunia maya, Tik tok ini emang jadi lead single untuk mini album ini.

Cherry Love menggambarkan seorang cewek yang juga menanti jawaban cinta pria yang memang sudah ada di depan mata-nya. Dikatakan dalam liriknya bahwa cinta yang dirasakan si cewek terhadap cowok terasa sangat manis dan lezat...
cherry cherry love... cherry cherry love...
your love is sweet and tasty, you're my cherry love boy...

dan musiknya sangat FUN sesuai dengan judulnya. Denger-denger lagu ini memasukkan unsur dangdut ya? Tapi klo menurut penulis sih ini musiknya tetep bukan dangdut, dangdut Indonesia tu gak kayak gini *diam-diam penulis juga suka dangdut lho, hahaha*, mungkin lebih ke dangdut-nya R&B kali ya, dan emang musiknya cherry love ini enak buat goyang sih. Klo di dunia nyata, cherry love ini pasti jadi soundtrack para cewek/ cowok yang baru jatuh cinta atau baru jadian selama kurang dari tiga bulan, soalnya klo udah jadian lebih dari tiga tahun itu bukan lagi cherry love, kemungkinan bittersweet love *sotoy+delusional*.

Cherry Love merupakan lagu favorit penulis yang sangat enak dinyanyi'in kapan aja dan di mana aja, karena karakter lagu ini memang FUN dan tidak terlalu berat/ serius, beda dengan Tik Tok. Tapi Cherry Love tidak cocok untuk jadi lead single, karena kurang cocok dengan image/ karakter SOS yang sepertinya dibangun dengan image yang serius/ girl power. Tapi tetep, menurut penulis, dari ketiga lagu barunya SOS, lagu Cherry love ini-lah lagu yang paling FRIENDLY sama kuping orang Indonesia, semoga nanti bisa dapat posisi bagus di chart Indonesia.

Show Me Love. Busyet dah, pertama ngedengerin lagu ini tiba-tiba penulis langsung keinget sama lagunya Jessie James - Price Tag. Coba deh dengerin instrumental dari lagu ini. Ya, aransemennya aja sih yang sedikit mengingatkan penulis, tapi melodinya jelas beda. Lagunya dinyanyikan dalam bahasa Inggris dan SOS juga menggaet Mario, rapper Korea Selatan yang juga klo gak salah pernah kerjasama sama K.Will dan IU *penulis dapet info dari anak-anak twitter*. Seperti yang terbaca dari judulnya, Show Me Love bercerita tentang cewek yang berharap si cowok mau menunjukkan/ mengekspresikan cintanya kepada si cewek. Dan seperti terbaca dari liriknya yang pake bahasa ENGRISCH, lagu ini sepertinya lebih ditujukan ke pasar Asia dan dunia *soalnya fans SOS di Eropa dan Amerika Latin ternyata juga ada lho*. Dan dukungan dari rapper asal Korsel ini sepertinya memang digunakan sebagai strategi untuk mendongkrak popularitas lagu dan popularitas SOS juga pastinya.

Dari ketiga lagu, penulis paling suka sama Cherry Love *tapi klo nyanyi Cherry Love jangan yang cute-aegyo gitu ya Neng SOS, pleaseeee, nyanyinya cute boleh tapi yang agak dewasa gitu, soalnya image cute-aegyo gak cocok sama image kalian, dan di Indonesia ini kan udah ada group yang cute-aegyo gitu, kalian jangan cute-aegyo ya... please...* Masak SUN yang lebih cocok dengan image badgirl yang galak dan sadisss gitu mau cute-aegyo, hehe... you're six already cute in your own way.

Yap... yap... yap. penulis sangat senang dengan konsep baru SOS ini, konsep yang lebih cerah, fun dan sedikit cute. Penggunaan konsep baru selalu sangat diharapkan dari setiap group/ artis agar konsumen musik tidak bosan. Tapi ada satu yang penulis khawatirkan, penulis takut kalau dengan konsep baru ini nantinya SOS masuk terlalu dalam ke dalam jebakan 'aegyo' atau kalau SOS terlalu mendalami konsep 'cute'-nya. Harap maklum ya, penulis ini sebenernya agak-agak gak suka sama aegyo yang dilakukan oleh manusia dewasa, hehe, klo dilakukan anak-anak sih cocok-cocok aja... Maaf, sekali lagi ini hanya opini saja. Selain itu penulis ini juga sudah kadung gandrung (maksudnya, penulis sudah terlanjur jatuh cinta) sama image SOS sebagai wanita-wanita yang kuat  yang mengusung semangat girl power. Ini nih klo mau lihat SOS jadi wanita kuat/ sadis/ galak/ kejam/ angkuh... waktu itu mreka perform kolaborasi sama Bad Boys di final Galaxy Superstar season 2... keren banget deh, image mereka sebagai cewek-cewek yang kuat dapet banget... konsep "Drop It Low"-nya dapet banget dan SOS cocok dengan image itu...

Review untuk mini album SOS: Tik Tok didominasi unsur KPOP yang sangat dancy dan penuh hentakan *hentakan jaru jam??*, Cherry Love sangat friendly dengan kuping/ selera orang Indonesia, dan Show Me Love sangat kental unsur lagu barat-nya. Di sini SOS terlihat ingin menggalang fans dari berbagai kalangan, tak hanya penikmat KPOP, tapi juga penikmat musik Indonesia dan musik barat. Penulis berharap dengan tiga lagu baru ini SOS semakin bisa diterima di industri musik Indonesia dan semakin bisa lebih menunjukan kemampuan VOKAL dan DANCE mereka yang memang di atas rata-rata girlband Indonesia saat ini *I MIGHT BE BIASED BUT THAT'S REAL, SOS DOES HAVE TALENT*. Dan semoga SOS tetap setia dengan image strong women dan girl power ya... Buat para penikmat musik, ayo dong... jangan sinis sama yang namanya boyband atau pun girlband indonesia, lihat deh SOS, mereka bener-bener bisa nyanyi bagus dan juga bisa nari, karena memang mereka ditrainning untuk bisa kedua hal itu. Untuk yang masih mengkritik SOS yang masih terlalu KPOP dan belum punya keunikan tersendiri, kalau menurut penulis hal semacam itu butuh waktu, biarkan SOS menemukan zona nyamannya seiring perjalanannya di industri musik... toh Rihanna, Agnes Monica, SISTAR, dll juga butuh waktu untuk menemukan keunikannya sendiri... begitu juga dengan SOS

SOS - The First Love Mini Album
1. Tik Tok
2. Cherry Love
3. Show Me Love (ft. Mario)
4. Tik Tok instrumental
5. Cherry Love instrumental
6. Show Me Love (ft. Mario) instrumental

get them on iTunes
get them on Melon


SOS - DROP IT LOW debut MV

Tuesday, May 8, 2012

PIRATES OF SILICON VALLEY PART 2



D5, All Things Digital: Steve Jobs and Bill Gates on their contribution to technology (Wall Sreet Journal Executive Conference)


Sumber gambar: http://itgrunts.com

Jobs: When Bill and I first met each other and work together in the early days, ehm... generally we were both the youngest guys in the room, right individually and together. [...] And now when we're working in our respective companies, I don't know about you (Gates -red) but I'm the oldest guy in the room most of the time.

Gates: It's been fun to work together. I actually kinda miss people aren't around anymore. You know, people come and go in this industry. It's nice to find somebody sticks around... 

Mungkin yang dimaksud 'somebody' oleh Bill Gates dalam kutipan di atas itu adalah Steve Jobs ya... teman sekaligus rivalnya. Setelah nonton film Pirates of Silicon Valley, kaya'nya gak ada salahnya kalau kita nonton acara yang diselenggarakan oleh The Wall Street Journal (WSJ) Excecutive Conference yang berjudul 'D, All Things Digital' yang disiarkan pada tahun 2007 lalu. Biarpun acaranya udah jaman baheula, tapi tetep asik untuk diikuti, dan ternyata Steve Jobs dan Bill Gates tuh bisa bercanda dan ngelucu lho... emang dua orang ini asli kocak banget. Tapi biarpun gitu mereka tetep masih terlihat jenius :) Di diskusi ini Steve Jobs lebih banyak tidak mengatakan ide-ide yang sedang dan akan dia kerjakan di Apple, sedangkan Bill Gates lebih terbuka dengan ide-ide yang sedang dia pikirkan mengenai teknologi komputer masa depan.

Kalau di film Pirates of Silicon Valley kita melihat masa muda Jobs dan Gates yang saling bersaing dan gontok-gontokan demi menjadi orang nomor satu di dunia komputer, di acara WSJ kita malah melihat mereka saling memuji kontribusi satu sama lain di dunia komputer, selain itu kita juga bisa melihat perbedaan cara berfikir Jobs dan Gates. Di sini mereka juga membahas teknologi impian mereka yang pada saat itu (2007) masih merupakan impian dan ide-ide kasar tapi sepertinya untuk saat ini (2012) sudah mulai terwujud. Misalnya yang pada saat itu (2007) masih merupakan ide dari Jobs yakni konsep tentang televisi masa depan, tapi sekarang sudah terwujud menjadi Apple TV. Ada juga konsep komputer yang bisa dibawa ke mana-mana yang dilontarkan oleh Bill Gates. Hehehe, jadi agak-agak penasaran nih... jangan-jangan ide iPad yang diciptakan Steve Jobs di Apple tuh berasal dari ide Bill Gates yang dia ungkapkan di D5 ini ya :)

Oh ya, Steve Jobs dan Bill Gates juga sempat menjawab pertanyaan tentang teknologi yang mereka 'curi' dari ilmuwan Xerox lho. Di film PIRATES OF SILICON VALLEY produksi tahun 1999 yang lalu dikisahkan Steve Jobs 'mencuri' konsep user interface yang dibuat oleh ilmuwan Xerox, kemudian Bill Gates gantian 'mencuri' konsep user interface yang dikembangkan Steve Jobs.

Karena itulah saya memeri judul postingan ini dengan PIRATES OF SILICON VALLEY PART 2, karena memang acara ini membahas persaingan/ persekutuan jilid 2 antara Steve Jobs dan Bill Gates  pasca periode yang diceritakan dalam film PIRATES OF SILICON VALLEY. Di mana sekarang mereka sudah semakin dewasa dan dapat meredam ego masing-masing dalam mengelola perusahaan masing-masing.

Ehm, satu lagi, kalau kalian mau lihat sisi rapuh dari Steve Jobs yang ternyata suka menginterpretasikan lagu dari Beatles dan Bob Dylan, kalian harus nonton acara ini, mungkin satu kalimat yang akan kalian katakan setelah kalian mendengar kutipan lagu yang dikutip oleh Jobs -dalam menggambarkan kehidupannya- adalah "Oh... so sweet..." hehehe.

Gimana serunya diskusi dua jenius ini, silakan tonton sendiri ya...

 atau yang ini...
 

ADA ANGGUN DI EUROVISION SONG CONTEST 2012


Sumber gambar: http://www.eurovision.tv

Wah, gak terasa udah Mei nih... sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau Mei pastinya adalah bulan-nya Eurovision Song Contest dong... Tanya kenapa? Karena di bulan Mei ini akan diadakan semifinal dan final Eurovision Song Contest (ESC) untuk memilih lagu terbaik yang paling difavoritkan oleh masyarakat Eropa. Eh, jangan salah lho, walaupun ESC ini identik dengan Benua Eropa, tapi pesertanya bukan hanya dari negara-negara Eropa saja, tapi ada juga yang dari Asia.

Oh ya, bagi yang belum familiar dengan Eurovision Song Contest a.k.a ESC, ESC adalah ajang kompetisi musik prestisius di Eropa sana yang diikuti oleh penyanyi yang mewakili negara peserta ESC, di mana lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu baru dan musisi peserta yang mewakili negara masing-masing adalah musisi profesional, contohnya ingat kan... tahun lalu Inggris Raya mengutus boyband BLUE, dan Irlandia mengirim duo hiperaktif JEDWARD untuk menjadi peserta di ESC 2011, ada juga band Manga (band yang memenangkan MTV European Act 2009) dari Turkey di ESC 2010, Dima Bilan (2006, 2008) dan TATU (2003) dari Rusia,  Secret Garden mewakili Norwegia di ESC pada tahun 1996 dan masih banyak lagi. Pesertanya adalah negara-negara yang aktif sebagai anggota European Broadcasting Union (EBU). Setiap negara mendaftarkan sebuah lagu yang akan ditampilkan di televisi secara live oleh grup atau musisi yang telah dipilih. Nah, biasanya lagu-lagu tersebut sudah dirilis/ diumumkan beberapa bulan sebelum ESC berlangsung, para penyanyi tersebut biasanya melakukan promo ke seluruh negara peserta ESC agar lagunya lebih dikenal masyarakat. Lalu pada bulan Mei semifinal dan final ESC diselenggarakan.

Acara ESC ini biasanya disiarkan langsung ke seluruh negara peserta dan proses pemilihan pemenang akan ditentukan oleh voting juri sebesar 50 % dan polling pemirsa televisi sebesar 50 %. Tapi voting ini bukan sembarang voting lho, para voters/ pemilih tidak diperkenankan memilih penyanyi dari negaranya sendiri. Jadi misalnya kalau saya adalah orang Romania, saya tidak boleh memilih peserta dari Romania, tapi harus dari negara lain seperti misalnya dari Inggris, Rusia, Islandia, dll. Nah, unik banget kan... hal tersebut dilakukan untuk mengurangi subjektivitas voter/ pemilih dalam memilih siapa pemenang ESC.

ESC ini merupakan salah satu acara dengan rating terbesar lho... gimana gak besar ratingnya, lha wong acaranya disiarkan secara langsung ke seluruh negara peserta, di mana jumlah negara peserta ESC berjumlah lebih dari 40 negara, selain disiarkan di negara-negara peserta, ESC juga disiarkan di Australia. Jadi dalam waktu yang bersamaan, masyarakat peserta ESC menonton acara yang sama, pantas aja kalau ajang ini selalu dinantikan dan ratingnya juga sangat baik. Dengan jumlah penonton yang berada di antara 100 hingga 600 juta penonton, Eurovision Song Contest merupakan salah satu acara non-olahraga paling banyak ditonton di seluruh dunia.

Selain dari lagu dan musisinya, yang saya kagum dari ESC adalah tata panggungnya yang selalu luar biasa, walaupun semua peserta menyanyi di panggung yang sama tapi rancangan LED, teknik pencahayaan, tema, dll selalu dibuat berbeda agar setiap peserta seperti memiliki panggung-nya masing-masing saat mreka tampil. Selain itu, untuk bloking, pergerakan kamera, koreografi dan sebagainya, semuanya sudah direncanakan dengan sangat baik dan harus dijalankan sesuai saat gladi resik sehingga saat acara LIVE nanti semua berjalan sesuai rencana, pokoknya well-planned banget deh ni acara. Jadi kalau nonton ESC ini dijamin kita gak bakalan pusing karena pergerakan kamera, beda dengan acara-acara live di sini, hehehe.

Karena Azerbaijan (yang diwakili oleh El dan Niki dengan lagu Running Scared) menjadi pemenang dalam ajang ESC 2011 yang lalu,  maka untuk tahun 2012 ini Eurovision akan diadakan di Baku, Azerbaijan. Ehm, sebenernya sih lagu dari Azerbaijan tersebut bukan favorit saya, tapi karena bukan saya yang ikut voting ya diterima aja deh :) Tema untuk tahun ini adalah 'Light Your Fire'.


Walaupun saya sudah mengikuti Eurovision dari tahun 2009, tapi bagi saya ada yang istimewa untuk Eurovision tahun 2012 ini lho... soalnya ada ladyrocker asal Indonesia, yakni Anggun Cipta Sasmi yang menjadi peserta ESC 2012. Anggun menjadi wakil dari Prancis, dan akan menyanyikan lagu Echo (You and I). Penunjukkan internal secara langsung terhadap Anggun dilakukan oleh Prancis dan diumumkan pada November 2011, dan lagu Echo (You and I) dirilis pada Januari 2012. Lagu ini ditulis oleh komposer top Prancis yakni William Rousseau dan Jean-Pierre Pilot. Anggun sendiri bertekad untuk membuat Prancis bersinar di ajang ini. Tahun lalu Prancis diwakili oleh Amauri Vassili, penyanyi tenor, yang membawakan lagu Sognu. Amauri sebenarnya merupakan salah satu favorit saya tahun lalu, sayang dia cuma finish di posisi 15, hiks.

Buat yang mau tahu lagu Echo, silakan tonton video klipnya Anggun berikut


Sebenarnya saya sih biasa aja dengan lagu Echo (You and I) ini, antara suka dan tidak suka. Lagunya sih biasa aja, tapi mungkin yang bikin saya ragu adalah karakter Anggun yang terlalu kuat di lagu ini, maksudnya karakter suara, dll. Pesona Anggun emang gokil, gayanya yang khas saat bernyanyi dan pastinya karakter suaranya yang luar biasa. Saya awalnya berharap Anggun menyanyikan lagu balad seperti Snow on Sahara atau lagu yang agak nge-beat seperti Savior, hehe. Tapi biar bagaimana pun saya tetep dukung Anggun, dan semoga dia menang nantinya. Penunjukan terhadap Anggun sebagai peserta Eurovision juga merupakan bukti apresiasi Prancis terhadap musikalitas Anggun, wah... saya jadi ikut bangga deh sama Anggun. Ehm, saya jadi penasaran nih, gimana ya penampilan Anggun di ESC nanti, can't wait to watch her performance.

Tahun ini ada 43 negara yang mengikuti ESC 2012. Acara semifinal 1 dan 2 akan diadakan pada 22 dan 24 Mei 2012 di mana seluruh peserta -kecuali peserta dari negara Big Five (Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris Raya) dan negara tuan rumah (Azerbaijan)- akan mengikuti semifinal. Top ten dari masing-masing semifinal akan begabung dengan peserta dari negara big five dan negara tuan rumah untuk berkompetisi di final so di final nanti ada 26 negara yang berkompetisi. Nah, jadi kalau mau nonton Anggun, jangan nonton pas semifinal ya, soalnya Anggun akan langsung tampil di final pada tanggal 26 Mei 2012.

Bagi kita yang di Indonesia yang memang tidak memperoleh siaran ESC 2012, jangan kuatir teman-teman...

Untuk melihat video klip dari seluruh peserta ESC, kita bisa klik di saluran resmi youtube milik Eurovision http://www.youtube.com/user/eurovision
Untuk mencari tahu update seputar Eurovision Song Contest bisa klik di http://www.eurovision.tv/
Atau bagi yang mau mengunjungi blog saya di web Eurovision, silakan klik my eurovision page

Nah, kalau mau lihat penampilan LIVE masing-masing peserta di semifinal dan final biasanya nanti saluran youtube resmi milik Eurovision akan meng-upload penampilan semua peserta. Kalau emang sialnya nanti penampilan LIVE-nya gak diupload oleh channel resmi Eurovision, cari aja di channel lain di youtube... pasti akan ada orang-orang baik hati yang dengan senang hati berbagi video penampilan LIVE peserta ESC 2012 dengan kita semua, hehe.

Akhirnya, enjoy Eurovision tahun ini ya... di mana kita akan mendengar dan melihat banyak warna musik dari berbagai negara. Mungkin jenis musiknya memang sama... ada pop, rock, dance, dll tapi soal warna musik pasti tiap negara punya warna musik masing-masing... dan jangan lupa dukung Anggun ya... (walaupun gak bisa ikut voting, setidaknya kita bisa bantu dengan doa kan... hehehe).

Btw busway, dulu kaya'nya di Asia juga pernah ada ajang regional semacam Eurovision ini, tapi sekarang gak tahu masih ada atau tidak. Saya berharap nanti Asia juga punya acara semacam ESC ini, selain untuk promosi kebudayaan masing-masing negara, juga bisa untuk menyatukan seluruh masyarakat Asia, iya kan? hehehe... kan katanya  sekarang ini lagi 'it's Asia's time!!!' mumpung Asia lagi jadi pusat perhatian dunia kan gak ada salahnya ya to...

Referensi
www.eurovision.tv
www.rollingstone.co.id
www.wikipedia.org

Thursday, October 21, 2010

Korean Drama: Damo (2003)

Sumber gambar: koreandrama.org

A drama that triggers deep feeling and emotion. It makes you cry almost all the time and you will think about it lots right after you watch it. It's classic and depressing. It definitely presents great fighting scenes and great deep deep story

Cast
Ha Ji Won : Chae Ok/ Jae Hee
Lee Seo Jin : Hwangbo Yoon
Kim Min Joon : Sung Baek/ Jae Mo

Screenwriter : Jung Hyung Soo
Drector : Lee Jae Kyu

Ditayangkan di stasiun TV MBC (Korea) pada Juli 2003




Drama ini bersetting pada Dinasti Chosun. Keluarga Jang merupakan keluarga bangsawan yang terpelajar, karena kejujuran dan keteguhan hati dari sang kepala keluarga, keluarga ini dianggap sebagai penghianat negara. Setelah keluarga tersebut digulingkan dan tercerai-berai, Chae Ok/ Jae Hee (anak kedua dari keluarga Jang) terpisah dari ibu dan kakak laki-lakinya, sedangkan ayahnya lebih memilih bunuh diri daripada mati disiksa di penjara.




Karena tertangkap oleh pasukan penguasa, Chae Ok yang masih berumur 7 tahun dijadikan pelayan di keluarga Hwangbo Yoon. Saat Yoon dikirim ke kuil untuk belajar bela diri, Chae Ok pun turut untuk menjadi pelayannya. Saat Yoon menjadi komandan pasukan kepolisian, Yoon menjadikan Chae Ok menjadi damo, polisi bawahannya. Keduanya terjebak dalam hubungan yang cukup kompleks yang terhalang oleh status sosial yang berbeda.



Damo berarti polisi wanita kelas bawah yang tak berbeda dengan budak, bisa juga diartikan sebagai wanita penyaji teh. Walaupun tergolong sebagai wanita kelas rendah, akan tetapi Damo memiliki wewenang untuk menginvestigasi ruang privasi wanita dan menginterogasi wanita dari kelas atas yang mana hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh polisi pria.

Saat Chae Ok ditugaskan untuk menyusup ke gerombolan pembuat uang palsu, Chae Ok jatuh cinta kepada Jang Sung Baek, sang pemimpin gerombolan. Chae Ok melihat Jang Sung Baek sebagai pemimpin yang karismatik, misterius, menolak diberlakukannya status sosial dalam masyarakat, serta sangat baik hati terhadap bawahan dan warganya. Well, he's the Robin Hood deh, tapi Robin Hood-nya Korea :). Tapi ada sisi lain dari Sung Baek, dia adalah pria yang sangat dingin dan kejam, terutama kalau melihat ketidak-adilan. Saat Chae Ok berada di 'dunia'-nya Jang Sung Baek, Chae Ok merasakan dunia yang penuh kesetaraan / equality (tanpa status sosial), hal yang tidak pernah Chae Ok rasakan saat dia menjalani hidup bersama Hwangbo Yoon dan rekan kerjanya di biro kepolisian.



Walaupun tidak ada status sosial yang menjadi penghalang hubungan Chae ok dan Sung Baek, akan tetapi di mata Chae Ok, Jang Sung Baek adalah musuh yang seharusnya ditangkap. Selain menjadi pemimpin gerombolan pembuat uang palsu, dia juga merencanakan hal yang lebih besar, dan pembuatan uang palsu hanyalah salah satu cara untuk menjalankan rencana besarnya itu.

Di sinilah, Chae Ok mengalami dilema antara tugasnya sebagai penegak hukum, ketertarikannya pada pemimpin gerombolan tersebut, serta menyukai dua pria yang berbeda. Intinya Chae Ok terjebak dalam dua cinta terlarang. Apakah Chae Ok mencintai Jang Sung Baek (the Korean Robin Hood) ataukah dia lebih memilih Hwangbo Yoon (the good boy)? Berhasilkah kepolisian yang dipimpin oleh Hwangbo Yoon mengungkap sindikat pemalsu uang tersebut? siapakah Jang Sung Baek sebenarnya? Dan apa yang ia rencanakan? Berhasilkah Chae Ok bertemu kembali dengan keluarganya? Silakan tonton sendiri ya...



Saya jarang nonton drama kolosal Korea, karena biasanya jalan ceritanya aneh dan episodenya kebanyakan (alias gak tamat-tamat. Tapi satu pengecualian saya berikan untuk Damo, selain jalan ceritanya tidak bertele-tele, episodenya juga cuma 14 episode. Penggambarannya sangat tragis, biarpun sudah beberapa kali nonton, saya kadang masih suka nangis bombay gara-gara nonton drama ini. Yap, layaknya drama Korea lainnya, drama ini berhasil mengaduk-aduk perasaan para penonton, kadang dibikin nangis, kadang dibikin hepi, tapi nangisnya lebih banyak sih!!! Selain itu, di setiap episode-nya, selalu ada fakta baru yang terungkap, yang awalnya tidak terpikirkan oleh penonton, alias ceritanya susah ditebak. Rasa penasaran penonton baru akan terjawab seluruhnya pada episode-episode terakhir (episode 13 dan 14).

Saya benar-benar kagum dengan ketiga pemeran utamanya khusus untuk peran mereka di drama ini. Dan mungkin kalau mereka tidak berperan di sini, saya gak akan tahu kalau mereka bisa berakting sebagus itu. Maklum lah, sutradaranya dalah Lee Jae Kyu, sutradara yang juga mendirect Tae Guk Ki. Btw, film ini juga berhasil saya juga nangis bombay.

Saya sudah nonton drama ini berkali-kali, dua kali saya nonton di TATV (stasiun TV lokal di Yogyakarta dan Surakarta) sekitar tahun 2007 yang lalu, dan sisanya saya nonton di Youtube (beruntungnya saya karena ada orang Romania yang meng-upload drama ini di Youtube lengkap dengan subtitle-nya, yeiyyy!!!), maklumlah...nyari DVDnya susah banget, padahal klo nonton DVD kan lebih mantep, ya to???



Di negeri asalnya pada tahun 2003, Damo menjadi fenomena. Pada saat penayangan perdana, setelahnya website MBC langsung overload (server-nya down) gara-gara saking banyaknya orang yang menulis komentar tentang drama ini pada waktu yang hampir bersamaan. Para netizen Korea memecahkan rekor jutaan posting di hari perdana penayangan Damo, bahkan rekor itu belum terpecahkan hingga beberapa tahun.

Film ini tak hanya sukses di Korea dan Asia, tapi juga ditayangkan di Eropa dan Amerika. Leonard Norwitz di dvdbeaver.com memberi opini positif terhadap film ini:
Little did [MBC] know that on a hot night in July [2003], Korean TV Dramas would never be the same again. One of the first obvious consequences of the 'wired' culture in Korea was the changing attitudes towards Drama viewership and their importance vis-à-vis the role of the Internet. Whereas before producers would only look at the ratings, now legions of netizens would start writing, commenting, discussing about the shows, regardless of their popularity. You didn't just have a bunch of numbers, but a collection of a thousand, ten thousand, sometimes a hundred thousand opinions. Was last night's show good? Did the lead actress' acting stink? . . . An amazing number of people got together, discussed about the Drama, went back to the spots and locations which left a lasting impression on them after watching the series. Yet, that was nothing compared to 'Damo'. Within hours of the end of the show, the official website went down. No, it wasn't the occasional server failure, it's just that a few hundred thousand people tried to post at the same time, and the site's message board was literally flooded with comments. Hundreds per hours, thousands per day. A few weeks after the show started airing, the message board hit the Million post mark, something which never, ever happened for anything shown on Korean TV. 'Damo' had become more than a simple TV Drama. It was a full fledged cultural phenomenon.



Tak heran kenapa drama ini sukses, memang drama ini kereeeeeen banget. kalau saya gambarkan, drama ini emang paket lengkap.

Pertama ceritanya yang kompleks, drama ini tidak hanya berfokus pada masalah cinta-cintaan, tapi juga diimbangi dengan intrik politik yang porsinya saling melengkapi.

Kedua, chemistry para pemainnya dapet banget dan gak maksa, sehingga penonton dapat menikmati aliran ceritanya. Belakangan ini saya seringkali melihat drama Korea di mana akting dan chemistry para pemainnya bisa dibilang maksa banget, jadi kadang kalau lagi nonton, kita sering mengernyitkan dahi. Tapi tenang, hal itu gak akan terjadi kalau kita nonton Damo :)

Ketiga, akting para pemainnya luar biasa bagus, hal ini akan lebih kelihatan jika kita menonton drama ini dengan subtitle, bukan dengan dubbing, ekspresi mereka (baik itu suara atau pun wajah) akan lebih kelihatan pada saat kita menonton drama ini tidak dengan dubbing. Dan Jangan berharap bisa sering melihat Ha Ji Won, dan pemeran lainnya dalam keadaan cantik dan ganteng, karena mereka lebih sering harus bertarung dan berkelahi, jadi wajah dan baju mereka lebih sering dibikin kotor.

Akting Ha Ji Won seperti biasanya, sangat total dan baik, bagaimana dia menggambarkan kecemasan, kegundahan, dan kesedihannya, patut diacungi jempol. Dan menurut saya, aktingnya di drama ini lebih baik daripada aktingnya di Memories in Bali.

Akting Kim Min Joon tak kalah baik, dia dianugerahi artis pendatang baru terbaik karena membintangi film ini. Penghargaan itu memang pantas ia dapatkan, saat berperan sebagai Sung Baek, kharismanya keluar banget. Dan cewek-cewek pasti menjerit-jerit karena dia charming banget, terutama saat adegan-adegan Sung Baek dan Chae Ok di satu frame, whoa...pada saat itu pasti semua cewek pengen jadi Chae Ok, hehehehe. Well, bad boys always win girls' heart :)

Begitu juga dengan Lee Seo Jin, dia berperan sebagai orang yang tak nyaman dengan status sosial yang disandang, selain itu dia juga gundah akan perasaannya kepada Chae Ok, apakah dia mencintainya, atau hanya menganggapnya sebagai adik, semua itu dapat dia ekspresikan dengan baik. Hwangbo Yoon juga banyak melakukan pengorbanan demi Chae Ok, dia terlalu manis untuk ditolak, haha...

Keempat, teknik pengambilan gambarnya sangat bagus dan ada martial art-nya juga. Salah satu keunggulan drama ini yang banyak dipuji kritikus atau pun reviewer adalah visualnya. Teknik pengambilan gambarnya sangat baik. Adegan-adegan perkelahian di sini mengingatkan saya pada Crouching Tiger Hidden Dragon, indah banget. Ada adegan perkelahian di hutan bambu yang mengingatkan kita pada film-film Kung Fu asala China.

Kelima, soundtracknya dan back sound-nya pas banget, kalau adegannya sedih, penonton akan makin terasa 'ter-iris-iris' karena efek soundtrack-nya (terutama lagu A Song of Sorrow yang dinyanyikan oleh Kim Bum Soo). Walaupun ini adalah drama kolosal, akan tetapi beberapa soundtracknya bergenre pop modern. Biarpun bukan musik tradisional, tapi soundtracknya tetep pas kok. Berikut salah satu soundtrack utama drama ini.


Banyak kelebihannya, tapi drama ini juga gak lepas dari kekurangan, menurut saya jalan cerita pada episode terakhir (episode 14) agak sedikit dipaksakan, sigh... tapi tetep aja episode ini yang banyak menguras air mata saya. Dan saya masih bertanya-tanya, bagaimana hal yang begitu tragis digambarkan dengan begitu indah di drama ini...

Bagi penggemar drama Korea, drama ini wajib ditonton, biar pun dibikin tahun 2003, tapi kesan jadulnya sama sekali tidak terasa, selain itu, special efek dan teknik pengambilan gambarnya emang sangat baik. Bagi yang nonton lewat DVD atau Youtube, sepertinya perlu menonton dua atau tiga kali agar kita semakin bisa mengenali pemeran-pemeran pembantu dalam film ini. Kebanyakan dari mereka memakai seragam, kumis, topi, dan tatanan rambut yang hampir sama, sehingga mereka semua kelihatan seperti orang yang sama. Akhirnya, selamat menonton...

Serupa tapi tak sama...




Bingung pilih yang mana...






Cinta segilima, heheh...





Monday, October 4, 2010

The Fall (2006)

Sumber: photobucket.com

Roy : "We're strange pair, aren't we?
Alexandria : "Aha..."

Film apa yang memiliki cerita sederhana dan dipadu dengan visual yang luar biasa? Film apa yang hanya dengan menonton satu film, namun kita mendapatkan dua cerita sekaligus? Jawabannya adalah The Fall, dan hasilnya film ini memberikan kesan yang tak terlupakan bagi saya. Film karya Tarsem Singh ini sangat spesial dan luar biasa, bisa membuat saya terkagum-kagum akan visualnya yang menkjubkan, gemes, sedih, senang, dan jatuh cinta pada para pemainnya yang terlihat sangat baik dalam memainkan perannya, serta aliran ceritanya terlihat sangat alami alias berasa tidak dibuat-buat.

Karenanya, setelah menonton film ini saya merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta, saya benar-benar jatuh cinta pada dua pemeran utama film ini, Alexandria dan Roy. Setidaknya efek jatuh cinta ini masih bertahan selama dua hari setelah saya menonton film ini :)

Selain itu, kesan spesial dan luar biasa dari film ini juga karena pengambilan gambar film ini dibuat di banyak negara dengan memanfaatkan keindahan alam dan bangunan kuno yang menjadi unggulan negara-negara tersebut. Dari gurun pasir hingga keindahan laut, dari Taj Mahal hingga bangunan-bangunan klasik bergaya Eropa.

Film yang sebagian besar lokasi shooting-nya dilakukan di Afrika Selatan dan India ini juga menampilkan keindahan di 18 negara lain seperti di Inggris, Fiji, Italia, Spanyol, Ceko, Romania, China, Argentina, Chili, Brazil, Turkey, Mesir, Kamboja, bahkan juga di Indonesia lho. Salah satu lokasi shootingnya yang di Indonesia adalah di Bali.






Saya agak kaget ketika di tengah film tiba-tiba saya seperti mengenali pemandangan yang sangat indah dan tampak familiar bagi saya. Yap ... setting di Bali yang diambil adalah di wilayah persawahan bertingkat yang sangat terkenal akan keindahannya. Di sini, selain keindahan persawahan yang hijau, juga ditampilkan tarian (yang mirip dengan tarian kecak) pimpinan Ketut Rina yang memberikan kesan misterius.

Kembali ke review film ya...

Cerita film ini tergolong cukup sederhana, yakni cerita tentang persahabatan dua orang pasien rumah sakit yang berbeda generasi dan latar belakang. Film ini berlatar pada tahun 1915. The Fall bercerita tentang dua orang pasien rumah sakit di Los Angeles yakni Alexandria, gadis cilik berumur 5 tahun yang diperankan oleh Catinca Untaru dengan Roy Walker, seorang stuntman Hollywood yang diperankan oleh Lee Pace . Gara-gara jatuh, dua orang yang berbeda generasi dan berbeda latar belakang ini akhirnya bertemu di rumah sakit yang sama dan bersahabat (emang gak salah kalau film ini diberi judul The Fall yah...hehe).



Alexandria yang merupakan imigran dari Eropa, dia jatuh dan mengalami cidera pada lengannya saat sedang membantu ibunya bekerja memetik jeruk di perkebunan. Sedangkan Roy yang bekerja sebagai seorang pemeran pengganti alias stuntman jatuh dari jembatan di lokasi shooting. Kesedihan Roy bukan hanya karena kakinya yang cidera akibat kecelakaan tersebut akan tetapi juga karena ditinggalkan kekasihnya yang lebih memilih menjalin cinta dengan seorang aktor terkenal bernama Sinclair (diperankan oleh Daniel Caltagirone) di film yang sama-sama sedang mereka bintangi. Sang kekasih dan sang aktor bermain sebagai pemeran utama, sedangkan Roy hanya bermain sebagai pemeran pengganti.

Alexandria dan Roy berada pada bangsal rumah sakit yang berbeda, akan tetapi karena suatu kejadian akhirnya mereka bertemu dan bersahabat. Persahabatan mereka akhirnya berlanjut karena Alexandria sangat menyukai cerita atau dongeng yang dikisahkan oleh Roy.




Saat kita kecil, tentu kita sering atau pernah memvisualisasikan dongeng yang kita dengar atau kita baca ke dalam alam pikiran kita. Dan tak jarang kita juga memasukkan orang-orang yang kita kenal ke dalam fantasi kita untuk berperan sebagai aktor dalam dongeng yang sedang kita baca atau kita dengarkan tersebut. Begitu juga dengan film ini. Saat Roy mendongeng, saat itu pula Alexandria langsung membayangkan apa yang diceritakan oleh Roy ke dalam fantasi pikirannya dan memasukkan orang-orang yang dia kenali sebagai aktor dalam cerita dongeng itu. Dan saat itu pula lah penonton bisa melihat visual gambar yang luar biasa indah di film ini, dan juga bisa melihat betapa tempat-tempat jauh di Afrika, Eropa, hingga Asia terasa sangat dekat (hehe, namanya juga alam pikiran anak kecil berumur 5 tahun...).








Dongeng yang dikisahkan oleh Roy adalah kisah epic tentang lima orang pahlawan yang berusaha membalas dendam kepada Governor Odious (yang juga diperankan oleh Daniel Caltagirone), pemimpin yang kejam. Salah satu pahlawan itu adalah Bandits yang dalam dunia khayalan Alexandria diperankan oleh Roy, dan pahlawan-pahlawan lainnya diperankan oleh orang-orang yang dikenal oleh Alexandria. Selanjutnya Roy memunculkan peran Sister Evelyn yang dalam dunia khayal Alexandria diperankan oleh Nurse Evelyn (Justine Waddell), di mana akhirnya Black Bandits jatuh cinta pada Sister Evelyn. Keadaan tersebut yang akhirnya mengganggu fokus lima pahlawan tersebut untuk membalas dendam pada Governor Odious.




Setiap hari Alexandria selalu datang ke bangsal tempat Roy dan beberapa pasien lainnya dirawat. Di bangsal tersebut Alexandria selalu meminta Roy untuk melanjutkan cerita dongeng yang bersambung tersebut.




Dari yang saya lihat, pada awalnya Roy benar-benar hanya ingin mendongeng untuk Alexandria karena Roy melihat Alexandria adalah gadis cilik yang pemberani dan menggemaskan, akan tetapi kondisi Roy yang sangat terpuruk alias depresi akan masalah pribadinya lama-lama mulai memanfaatkan kepolosan Alexandria. Roy meminta Alexandria untuk mencuri obat-obatan di rumah sakit dalam jumlah yang besar dengan alasan Roy butuh obat tersebut agar Roy bisa mengatasi penyakit susah tidurnya, padahal Roy berencana akan mengakhiri hidupnya dengan pil-pil tersebut.

Alexandria yang sangat polos dan naif ini pun tidak sadar telah dimanfaatkan oleh Roy karena Alexandria yang sangat menyukai Roy bahkan telah menganggap Roy sebagai ayahnya ini hanya ingin meringankan penyakit Roy dan sangat menyukai cerita dongeng Roy. Alexandria juga sangat penasaran bagaimana akhir cerita dongeng Roy tersebut. Dari sini, mulai timbul berbagai masalah. Saat itulah batas antara kenyataan dan cerita khayalan yang dikisahkan oleh Roy menjadi semakin tidak jelas.

Apakah Roy akhirnya melakukan bunuh diri? Atau apakah keberadaan Alexandria berhasil membangkitkan semangat hidup Roy?

Bagaimanakah akhir kisah ini, apakah Alexandria berhasil memperoleh ending/ akhir cerita dongeng dari Roy? Ataukah Alex harus gigit jari karena Roy tidak mampu menyelesaikan dongengnya?

Untuk lanjutannya, silakan tonton sendiri film yang luar biasa ini.

Sumber: allmoviephoto.com

Oh ya, saya tadi bilang kalau casting pemainnya pas banget, salah satunya adalah peran Roy dan Black Bandits yang dimainkan oleh Lee Pace. Selain aktingnya yang luar biasa (mengingat saat berperan sebagai Roy, Lee Pace hanya bisa duduk dan tidur karena kakinya yang sedang cidera), dia sangat pandai memainkan mimik mukanya dan yang paling tidak bisa saya lupakan adalah suaranya. Di film ini Roy lebih banyak mendongeng untuk Alexandria, dan saat Roy bercerita inilah, suaranya yang 'renyah' bak narator film dokumenter itu, sangat pas dan enak untuk didengarkan.

Totalitas semua pemain dan kru juga patut dipuji lho. Pada awal pembuatannya, yakni pada saat adegan shooting di rumah sakit, di situlah Lee Pace dan Catinca Untaru benar-benar baru pertama kali bertemu. Dan yang lebih hebat lagi, Lee Pace dan semua kru terpaksa membohongi Catinca Untaru dengan cara Lee berpura-pura lumpuh di depan Untaru selama beberapa bulan mereka melakukan shooting di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan agar Untaru dapat bersikap senatural mungkin saat beradu akting dengan Lee Pace. Dan Untaru baru diberi tahu bahwa Lee Pace sebenarnya bisa berjalan dengan normal pada hari terakhir shooting di rumah sakit. Pada saat itu tentu saja Untaru kaget karena ternyata lawan mainnya tidak benar-benar lumpuh. Silakan lihat video behind the scene berikut ini pada menit ke-dua untuk membuktikannya.



Selain itu, chemistry dua pemeran utama (Roy/ Black Bandits dan Alexandria/ Da Da) di film ini juga dapet banget. Keakraban yang terjalin dan terlihat di film ini terlihat sangat alami. I definitely LOVVVVVVE this strange pair.





Acting yang diperlihatkan Catinca Untaru juga sangat baik. Ekspresi ketakutan, bingung, kik kuk, terkadang kehilangan kata-kata saat sedang berbicara, bahkan akting menangis Untaru patut diacungi jempol. Ditambah kejahilan-kejahilan yang dilakukan oleh Untaru akan membuat kita semakin gemes pada anak ini.




So, selamat menonton, film ini memang sangat amat pantas untuk ditonton :) Film bagus tidak harus memiliki alur cerita yang rumit, The Fall merupakan film dengan ide cerita sederhana. Namun cerita sederhana yang dipadukan dengan chemistry pemain yang dapet banget, acting para aktor yang baik, visual yang luar biasa indah, dan kecerdasan sang penulis dan sutradara dalam merangkainya menjadikan film ini menjadi sangat manis dan spesial.
Related Posts with Thumbnails